Bumi Dipasena Mulya – Suasana meriah menyelimuti Pendopo Kampung Bumi Dipasena Mulya pada Minggu, 16 Februari 2025, dalam acara Gebyakan atau Penampilan Perdana Kesenian Tradisional Kuda Lumping Turonggo Putro Nuswantoro. Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi kesenian tradisional kuda lumping di kampung Bumi Dipasena Mulya, yang kini resmi memiliki paguyuban sendiri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kampung Bumi Dipasena Mulya, Bapak Sutanto, S.Pd.I, beserta perangkat kampung, BPP P3UW Lampung, Anggota DPRD Dapil IV Tulang Bawang, Bapak Agus Nurohman,Tokmas Rawa Jitu Timur Bapak Amad,M.Pd, Korwil Bumi Dipasena Mulya,BPK Bumi Dipasena Mulya serta paguyuban seni jaranan dari Bumi Dipasena Utama dan Bumi Dipasena Agung, yang turut memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, Kepala Kampung Bumi Dipasena Mulya, Bapak Sutanto, S.Pd.I, menyampaikan bahwa terbentuknya paguyuban Turonggo Putro Nuswantoro berawal dari inisiatif beberapa warga yang ingin mengembangkan kesenian tradisional kuda lumping di kampung Bumi Dipasena Mulya. Pemerintah kampung menyambut baik keinginan tersebut dan mendukung penuh perkembangannya.

"Kami juga bersyukur kepada para donatur yang telah membantu, baik dalam bentuk materi ,tenaga maupun pikiran, sehingga paguyuban ini dapat berdiri. Harapan kami, Turonggo Putro Nuswantoro dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kekayaan budaya kampung kita," ujar Sutanto dalam sambutannya.

WhatsApp_Image_2025-02-16_at_18-52-16_(1) Penampilan Kesenian Tradisonal Kuda Lumping Turonggo Putro Nuswantoro 

Tidak hanya menghadirkan seni budaya, acara ini juga dimeriahkan oleh Karang Taruna Tunas Mulya yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulang Bawang , yang mengadakan kegiatan donor darah di lokasi yang sama. Kegiatan ini menjadi gebrakan awal Karang Taruna Tunas Mulya periode 2025-2030 dalam mendukung aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Ketua Karang Taruna Tunas Mulya, Danu Gunawan Wirajati, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam kegiatan ini. "Alhamdulillah, masyarakat Kampung Bumi Dipasena Mulya sangat antusias mengikuti donor darah. Tercatat 65 orang mendaftar, meskipun 15 di antaranya tidak dapat mendonorkan darah karena alasan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan konsumsi obat. Namun, kami tetap bersyukur karena berhasil mengumpulkan 43 kantong darah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini," ujarnya.

WhatsApp_Image_2025-02-16_at_14-09-01 Masyarakat Bumi Dipasena Mulya Ikut serta dalam Donor Darah

Dengan adanya acara ini, diharapkan seni budaya kuda lumping semakin berkembang di Kampung Bumi Dipasena Mulya, serta kepedulian sosial melalui aksi donor darah terus berlanjut. Pemerintah kampung dan masyarakat optimis bahwa kegiatan seperti ini akan mempererat kebersamaan dan memperkaya budaya lokal.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image